Isnin, 9 Mac 2009

Air Mata Rasulullah

Air Mata Rasulullah

Detik-detik Rasulullah SAW Menghadapi Sakaratul Maut.Ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benar cinta yang dicontohkan Allah melalui kehidupan Rasul-Nya.
`Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan khutbah,:
"Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasihNya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, Al-Qur'an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku."

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba."Rasulullah akan meninggalkan kita semua,"keluh hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya didunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir disana pasti akan menahan detik-detik berlalu.
Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang didalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
"Bolehkah saya masuk?" tanyanya.
Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah,
"Siapakah itu wahai anakku?"
"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut," kata Rasulullah,
Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya...... ..............
Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
"Pintu-pintu langit telah terbuka,para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi.
"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku:
'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
"Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi.
"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.
"Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya.
"Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, (peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu)."
Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
"Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.
Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim'alaihi.
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
Mengapa `ummati` yang di sebut oleh baginda?Mengapa tidak `sahabatku,sahabatku..`.Maka sahabat-sahabat berbanggalah menjadi ummat Nabi Muhammad.Berapa banyak selawat kita dalam sehari?Berapa banyak sunnahnya yang kita ikuti?Adakah kehidupan harian kita betul-betul mengikut Baginda?
ALLAHUMMA SALLI A`LA MUHAMMAD WA ALA A`LI SAIDINA MUHAMMAD(1000X)

Al-Haqir :Muhasabah diri
SALLU A`LA HABIB!

DIRI &ILMU

DIRI &ILMU

DIRI : Kenapa engkau sedih ILMU?
ILMU : Aku sedih sebab sekarang ramai yang dah tak rajin menuntut ilmu.kelas-kelas tafaquh mula di tinggal.Pengajian-pengajian bersama ulama` mula dijauhi.Aku sangat sedih…..
DIRI :Bukan aku tak nak pergi tapi aku tidak ada masa.lagilah kelas-kelas tu jauh.penatlah.nak study lagi,persatuan lagi.Takut tak terkejar masa.
ILMU :Jangan jadikan jarak sebagai alasan.Engkau tau DIRI, Ulama`-ulama` dulu nak mengaji kena tiap-tiap hari naik bukit-turun bukit,meredah hutan belantara,merentasi lautan dan benua, tapi engkau dengan kemudahan pengangkutan yang banyak, malah dengan kewangan yang mencukupi pun masih menggunakan alasan jarak jauh itu sebagai alasan utama.
Dan jangan jadikan alasan kerja persatuan sebagai alasan Sepatutnya engkau tau untuk membahagikan masa berpersatuan dan menuntut ilmu.Selangkah ke medan persatuan seribu masalah dan kerja menunggu.Bila engkau telah memilih persatuan sebagai medan engkau, kenapa engkau tidak pula memilih duduk bersama ulama` sebagai medan engkau juga?susah ke?Adakah engkau sorang saja yang menguruskan persatuan?adakah engkau sahaja yang dipenuhi masa dengan kerja?habis kenapa masih ada dikalangan engkau yang berpersatuan tetapi tetap istiqomah dalam pengajian aku?adakah 24 jam masa engkau habis dengan membuat kerja persatuan & berprogram?tidak bukan
DIRI, masa memang tak mencukup…tapi kenapa masih ada yang bijak membahagikan masa hidupnya?itu tanda engkau yang tidak tahu membahagikan masa.engkaukan tahu kewajipan lebih banyak dari masa yang ada ,tapi adakah engkau betul-betul mengisi masa dengan sebaiknya…Berkatlah siapa yang memenuhi masa hidupnya dengan sebaiknya…
DIRI :ILMU Aku bukan tidak mahu, hati ni selalu meronta-ronta tapi aku tidak punya kekuatan seperti org lain....
ILMU :Habis, kekuatan macam mana lagi yang engkau nak aku katakan.sudah dibuktikan dengan Nas-Nas yang banyak malah kalam-kalam ulama` menerangkan kemuliaan berada dimajlis aku.Kekuatan bagaimana lagi DIRI?apakah dengan kesihatan yang ada engkau tidak syukuri?apakah dengan nikmat masa lapang yang engkau ada engkau tak penuhi?apakah dengan nikmat usia muda yang engkau ada sekarang engkau tidak hargai?adakah dengan nikmat hidup berdekatan dengan ulama` engkau tidak mengambil manfaat dari mereka?Rugi DIRI.rugi….
DIRI, engkau ingat orang-orang yang menuntut pada aku tu punya kekuatan supersaya ke?mereka pun selalu merintih kepenatan dan kepadatan masa.tapi tetap istiqomah duduk menghadapku.mereka jugak manusia macam engkau.Tapi INSYAALAH adanya balasan keberkatan pada orang yang ikhlas menuntut aku keranaNya.Aku akan doakan mereka…
DIRI :ILMU engkau doalah aku terbuka hati…..
ILMU :Sampai bila DIRI? Sampai bila untuk aku tunggu kedatangan engkau? Aku tidak menunggu engkau..…bila-bila masa sahaja aku akan dilenyapkan dari muka bumi ini.Engkau sendiri tahu Allah akan mematikan aku dengan mematikan ulama`.Allah akan melenyapkan aku dengan melenyapkan ulama`…..
bila? DIRI, aku hanya menunggu menghadap ilahi.Aku sentiasa berdoa bila akan aku bertemu tuhanku.Akanku doa padaNya sesiapa yang menghargaiku sebaik-baiknya.
DIRI :Aku malu pada engkau sebenarnya….
ILMU :Habis sebab tu engkau tidak hadir kepadaku.bodoh!.lagi memalukan diri engkau sebenarnya kalau engkau terus dengan sifat malu engkau itu.Adakah engkau tidak malu dengan kawan-kawan yang menuntut padaku?Adakah engkau tidak malu pada nikmat dan kesenangan yang Allah beri pada engkau?Adakah engkau tidak malu dengan sedikitnya ilmu yang ada dalam diri engkau?Adakah engkau tidak malu dengan masyarakat yang sedang menanti dan dahagakan ilmu dan tunjuk ajar engkau?habis dengan apa engkau hendak sumbangkan kepada mereka?adakah engkau kaya?berharta?sentiasa muda dan bertenaga sampai akhir hidup?Habis dengan apa ?
DIRI :ILMU bantuku……
ILMU :DIRI, masih belum terlambat lagi,datanglah kemajlisku.Aku sentiasa mengalukan kehadiranmu.Aku akan penuhi dadamu dengan sinaran cahaya ilmu dan ulama`.Ketahuilah DIRI…Bukan aku yang nakkan engkau sebenarnya tapi engkau yang mengharap padaku …ingat DIRI….ilmuku akan tetap terus meluncur laju di bibir-bibir ulama` tanpa menanti kehadiran engkau…engkau yang rugi…
Diri,sekarang memanglah engkau tidak nampak lagi kehebatan aku, tapi bila engkau dah habis belajar nanti, dah bekerja, engkau akan tahu betapa ruginya waktu sekarang ni yang sikitpun engkau tak bahagikan untuk diriku.Engkau akan rasa ruginya waktu sekarang ni engkau tak pernah duduk dalam majlis-majlis ilmu.Tambahkan sedikit istiqomah kuatkan sedikit mujahadah. INSYAALLAH adanya keberkatan kelak.
DIRI :ILMU,terima kasih.
ILMU :Sama-sama.Ingat DIRI, Kita adalah milikNya juga.kita akan kembali padaNya.Persembahkanlah padaNya nikmat-nikmat yang engkau telah syukuri.


Al-Haqir :untuk sahabat-sahabat masih belum terlambat….
`bukan ilmu yang nakkan kita,tapi kita yang nakkan ilmu…..`
ALLAHUMMAFTAH ABWABA QULUBINA.AMIN…
JOM TALAQI SAMA-SAMA :)

(RALAT CATATAN SEBELUMNYA)

DIRI & ILMU

DIRI &ILMU



DIRI : Kenapa engkau sedih ILMU?
ILMU : Aku sedih sebab sekarang ramai yang dah tak rajin menuntut ilmu.kelas-
kelas tafaquh mula di tinggal.Pengajian-pengajian bersama ulama` mula
dijauhi.Aku sangat sedih…..
DIRI : Bukan aku tak nak pergi tapi aku tidak ada masa.lagilah kelas-kelas tu
jauh.penatlah.nak study lagi,persatuan lagi.Takut tak terkejar masa.
ILMU : Kalau setakat jarak yang menjadi masaalah lekehlah pada pandangan
aku!.Engkau tau DIRI, Ulama`-ulama` dulu nak mengaji kena tiap-tiap hari
naik bukit-turun bukit,meredah hutan belantara,merentasi lautan dan benua,
tapi engkau dengan kemudahan pengangkutan yang banyak, malah dengan
kewangan yang
mencukupi pun masih menggunakan alasan jarak jauh itu sebagai alasan
utama.tak masuk dek akal engkau tau!.
Kalau sebab kerja persatuan yang menghalang engkau tidak bertemu dengan
aku, aiblah diri engkau.Sepatutnya engkau tau untuk membahagikan masa
berpersatuan dan menuntut ilmu.Selangkah ke medan persatuan seribu masalah
dan kerja menunggu.Engkau tau tukan?Bila engkau telah memilih persatuan
sebagai medan engkau, kenapa engkau tak nak pilih duduk bersama ulama`
sebagai medan engkau jugak?susah ke?Adakah engkau sorang saja yang
menguruskan persatuan engkau?adakah engkau sahaja yang dipenuhi masa
dengan kerja?habis kenapa masih ada dikalangan engkau yang berpersatuan
tetapi tetap istiqomah dalam pengajian aku?adakah 24 jam masa engkau
habis dengan membuat kerja persatuan & berprogram?tidak bukan…habis kenapa
aku tak nampak muka engkau dimajlis-majlis aku?…engkau tau,.Aku sentiasa
menanti kehadiran engkau...setiap detik…setiap saat….malah semasa
pengajian aku pun, aku merintih memanggil nama engkau.semakin hari semakin
aku rasakan engkau semakin jauh pada aku.
DIRI, masa memang tak mencukup…tapi kenapa masih ada yang bijak
membahagikan masa hidupnya?itu tanda engkau yang tak tau bahagikan
masa.engkaukan tau kewajipan lebih banyak dari masa tapi adakah engkau
betul-betul isi masa dengan sebaiknya…Berkatlah sapa yang memenuhi masa
hidupnya dengan sebaiknya…
DIRI : ILMU Aku bukan tak nak, hati ni selalu meronta-ronta tapi aku tak kuat
macam orang lain…
ILMU : Habis, kekuatan macam mana lagi yang engkau nak aku katakan.sudah
dibuktikan dengan Nas-Nas yang banyak malah kalam-kalam ulama`
menerangkan kemuliaan berada dimajlis aku.Kekuatan bagaimana lagi DIRI?
apakah dengan kesihatan yang ada engkau tidak syukuri?apakah dengan nikmat
masa lapang yang engkau ada engkau tak penuhi?apakah dengan nikmat usia
muda yang engkau ada sekarang engkau tidak hargai?adakah dengan nikmat
hidup berdekatan dengan ulama` engkau tidak mengambil manfaat dari mereka?
Rugi DIRI.rugi….
DIRI, engkau ingat orang-orang yang menuntut pada aku tu punya kekuatan
supersaya ke?diaorang pun selalu merintih kepenatan dan kepadatan
masa.tapi tetap istiqomah duduk menghadapku.Diaorang jugak manusia macam
engkau.Tapi INSYAALAH adanya balasan keberkatan pada orang yang ikhlas
menuntut aku keranaNya.Aku akan doakan mereka…
DIRI : ILMU engkau doalah aku terbuka hati…..
ILMU : Sampai bila DIRI? Sampai bila nak aku tunggu kedatangan engkau? Aku tak
tunggu engkau..…bila-bila masa sahaja aku akan dilenyapkan dari muka bumi
ini.Engkau sendiri tahu Allah akan mematikan aku dengan mematikan
ulama`.Allah akan melenyapkan aku dengan melenyapkan ulama`…..
bila? DIRI, aku hanya menunggu menghadap ilahi.Aku sentiasa berdoa bila
akan aku bertemu tuhanku.Akanku doa padaNya sesiapa yang menghargaiku
sebaik-baiknya.
DIRI : Aku malu pada engkau sebenarnya….
ILMU : Habis sebab tu engkau tidak hadir kepadaku.bodoh!.lagi memalukan diri
engkau sebenarnya kalau engkau terus dengan sifat malu engkau itu.Adakah
engkau tidak malu dengan kawan-kawan yang menuntut padaku?Adakah engkau
tidak malu pada nikmat dan kesenangan yang Allah beri pada engkau?Adakah
engkau tidak malu dengan sedikitnya ilmu yang ada dalam diri engkau?Adakah
engkau tidak malu dengan masyarakat yang sedang menanti dan dahagakan ilmu
dan tunjuk ajar engkau?habis dengan apa engkau nak sumbangkan kepada
mereka?adakah engkau kaya?berharta?sentiasa muda dan bertenaga sampai
akhir hidup?Habis dengan apa ?
DIRI : ILMU bantuku……
ILMU : DIRI, masih belum terlambat lagi,datanglah kemajlisku.Aku sentiasa
mengalukan kehadiranmu.Aku akan penuhi dada-dadamu dengan sinaran cahaya
ilmu dan ulama`.Ketahuilah DIRI…Bukan aku yang nakkan engkau sebenarnya
tapi engkau yang mengharap padaku …ingat DIRI….ilmuku akan tetap terus
meluncur laju di bibir-bibir ulama` tanpa menanti kehadiran engkau…engkau
yang rugi…
Diri,sekarang memanglah engkau tak nampak lagi kehebatan aku, tapi bila
engkau dah habis belajar nanti, dah bekerja, engkau akan tahu betapa
ruginya waktu sekarang ni yang sikitpun engkau tak bahagikan untuk
diriku.Engkau akan rasa ruginya waktu sekarang ni engkau tak pernah duduk
dalam majlis-majlis ilmu.Tambahkan sedikit istiqomah kuatkan sedikit
istiqomah. INSYAALLAH adanya keberkatan kelak.
DIRI : ILMU,terima kasih.
ILMU : Sama-sama.Ingat DIRI, Kita adalah milikNya juga.kita akan kembali
padaNya.Persembahkanlah padaNya nikmat-nikmat yang engkau telah syukuri.





Al-Haqir :untuk sahabat-sahabat masih belum terlambat….
`bukan ilmu yang nakkan kita,tapi kita yang nakkan ilmu…..`
ALLAHUMMAFTAH ABWABA QULUBINA.AMIN…
JOM TALAQI SAMA-SAMA :)
Terdapat ralat dalam alat ini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...